Cara logo bisa berada di dalam kode
Logo yang ditempatkan di atas QR code menyembunyikan sebagian modulnya, dan scanner memperlakukan modul itu sebagai kerusakan. Koreksi kesalahan Reed–Solomon dapat memulihkan codeword yang hilang sampai batas level yang dipilih. Itulah sebabnya kode dengan logo biasanya dibuat pada level Q atau H, yang memulihkan sekitar 25% atau 30% codeword.
Anggaran koreksi kesalahan dibagi dengan semua jenis kerusakan lain, seperti noda, silau, dan cacat cetak. Logo yang memakai sebagian besar anggaran menyisakan sedikit margin untuk keausan dunia nyata.
Aturan praktis penempatan
Jaga logo jauh di bawah anggaran koreksi kesalahan, biasanya di tengah dan hanya menutupi bagian kecil kode. Jangan pernah menutupi ketiga finder pattern, timing pattern, atau format information di samping finder, karena scanner membutuhkannya untuk membaca apa pun. Batas terang tipis di sekeliling logo membantu memisahkannya dari modul.
- Gunakan level koreksi kesalahan Q atau H
- Jaga logo tetap kecil dan di tengah
- Biarkan finder pattern, timing pattern, dan format information tidak tertutup
- Jaga quiet zone tetap bersih
- Uji di beberapa ponsel pada ukuran cetak sebenarnya
Pengujian lebih penting daripada rumus apa pun
Karena koreksi kesalahan menghitung codeword, bukan luas, ukuran logo yang sama bisa berhasil pada satu kode dan gagal pada yang lain. Satu-satunya cara untuk tahu adalah menguji karya akhir di beberapa ponsel, termasuk yang lama, pada ukuran cetak dan dalam pencahayaan tempat kode akan dipakai.