Mengapa margin penting
Quiet zone memisahkan kode dari segala sesuatu di sekitarnya. Scanner mencari finder pattern lewat rasio gelap-terangnya, dan teks, garis, atau foto di dekatnya bisa mengaburkan pola itu atau tampak seperti bagian dari simbol.
Tanpa ruang kosong yang cukup, pembaca bisa gagal menemukan kode sama sekali, atau salah menilai tepinya dan salah membaca modul di sepanjang batas. Quiet zone yang hilang adalah salah satu penyebab paling umum kode cetak menolak di-scan.
Selebar apa seharusnya
Quiet zone diukur dalam modul, bukan milimeter, sehingga ikut membesar bersama kode. Jika satu modul lebarnya 0,5 mm, margin empat modul adalah 2 mm di setiap sisi.
Margin harus terang, atau setidaknya sama warnanya dengan modul terang, dan bebas dari tanda cetak apa pun. Banyak pembaca modern mampu menangani margin yang lebih sempit, tetapi tetap memakai lebar standar menghilangkan satu sumber kegagalan.
- QR code: 4 modul di setiap sisi
- Micro QR code: 2 modul di setiap sisi
- Zona harus berwarna terang dan bebas grafis
- Kode terbalik (terang di atas gelap) tetap membutuhkan margin bersih berwarna latar
Quiet zone dalam desain
Saat kode berada di latar yang ramai, perbaikan paling sederhana adalah panel polos di belakangnya yang mencakup quiet zone. Bingkai dan label ajakan bertindak sebaiknya dimulai di luar margin itu, bukan menyentuh kodenya.
Memotong gambar unduhan rapat sampai modul gelap menghilangkan quiet zone. Jika perlu memangkas file, biarkan batas putihnya tetap ada.